Entri Populer

Selasa, 15 Februari 2011

GENDER


           

BENTUK-BENTUK KETIDAKADILAN GENDER

Pengertian ketidakadilan gender

• Ketidakadilan gender :
Berbagai tindak ketidakadilan atau diskriminasi yang bersumber pada    keyakinan gender.

Diskriminasi berarti :
Setiap pembedaan, pengucilan, atau pembatasan yang dibuat atas dasar jenis kelamin, yang mempunyai tujuan mengurangi atau menghapus pengakuan, penikmatan atau penggunaan hak-hak asasi manusia dan kebebasan-kebebasan pokok di bidang politik, ekonomi, dll oleh perempuan, terlepas dari status perkawinan mereka, atas dasar persamaan antara perempuan dan laki-laki.

Ketidakadilan Gender terjadi di:
• Negara                                   • Tempat kerja
• Masyarakat                            • Budaya/keyakinan
• Rumahtangga                         • Keyakinan pribadi

Keyakinan Gender
Bentuk Ketidakadilan
Gender
Perempuan: lembut dan bersifat emosional
Tidak boleh menjadi manajer atau pemimpin sebuah institusi
Perempuan: pekerjaan utamanya di rumah dan kalau bekerja hanya membantu suami (tambahan)
Dibayar lebih rendah dan tidak perlu kedudukan yang tinggi/penting
Lelaki: berwatak tegas dan rasional
Cocok menjadi pemimpin dan tidak pantas kerja di rumah dan memasak

Bentuk-Bentuk Ketidakadilan Gender





                                                                                                     











Marjinalisasi Atau Pemiskinan
Marjinalisasi artinya : suatu proses peminggiran akibat perbedaan jenis kelamin yang mengakibatkan kemiskinan.
Banyak cara yang dapat digunakan untuk memarjinalkan seseorang atau kelompok. Salah satunya adalah dengan menggunakan asumsi gender. Misalnya dengan anggapan bahwa perempuan berfungsi sebagai pencari nafkah tambahan, maka ketika mereka bekerja diluar rumah (sector public), seringkali
dinilai dengan anggapan tersebut. Jika hal tersebut terjadi, maka sebenarnya telah berlangsung proses pemiskinan dengan alasan gender.
• Suatu proses penyisihan yang mengakibatkan kemiskinan bagi perempuan atau laki-laki
• Bentuknya macam-macam:
-          Terpinggirkannya karier perempuan untuk menjadi pimpinan, promosi atau pendidikan lanjut karena dianggap tdk sesuai jadi pimpinan
-          Perempuan tidak perlu pendidikan tinggi karena akhirnya nanti juga ke dapur
-          Pada laki-laki, adanya anggapan bahwa mereka sebagai penyangga ekonomi keluarga, akibatnya banyak yang drop-out krn harus bekerja

Subordinasi Atau Penomorduaan
• Sikap atau tindakan masyarakat yang menempatkan perempuan pada posisi yang lebih rendah
  dibanding laki-laki
• dibangun atas dasar keyakinan satu jenis kelamin dianggap lebih penting atau lebih utama dibanding
  yang lain
• Bentuknya macam-macam:
-          Perempuan sebagai konco wingking
-          Perempuan lebih dikalahkan dari laki-laki dalam pendidikan oleh keluarganya
-          Perempuan dianggap tidak cocok untuk berbagai pekerjaan
-          Mengurus rumahtangga dianggap sebagai kodrat perempuan, dll

Stereotype Atau Pelabelan Negatif
• Suatu sikap negatif masyarakat terhadap perempuan yang membuat posisi perempuan selalu pada
  pihak yang dirugikan
Semua bentuk ketidakadilan gender diatas sebenarnya berpangkal pada satu sumber kekeliruan yang sama, yaitu stereotype gender laki-laki dan perempuan.

Stereotype itu sendiri berarti pemberian citra baku atau label/cap kepada seseorang atau kelompok yang didasarkan pada suatu anggapan yang salah atau sesat.

Pelabelan umumnya dilakukan dalam dua hubungan atau lebih dan seringkali digunakan sebagai alasan untuk membenarkan suatu tindakan dari satu kelompok atas kelompok lainnya.
Pelabelan juga menunjukkan adanya relasi kekuasaan yang timpang atau tidak seimbang yang
bertujuan untuk menaklukkan atau menguasai pihak lain.

Pelabelan negative juga dapat dilakukan atas dasar anggapan gender. Namun seringkali
pelabelan negative ditimpakan kepada perempuan.
• Bentuknya macam-macam:
-          Prempuan bersolek dianggap memancing perhatian lawan jenis, shg jk terjadi pelecehan seksual maka perempuan yang disalahkan
-          Bayi perempuan diberi warna pink (feminim) dan lakilaki warna biru (maskulin) dll
-          Perempuan perayu, mudah selingkuh
-          Perempuan dianggap cengeng, suka digoda.
-          Perempuan tidak rasional, emosional.
-          Perempuan tidak bisa mengambil keputusan penting.
-          Perempuan sebagai ibu rumah tangga dan pencari nafkah tambahan.
-          Laki-laki sebagai pencari nafkah utama.

Violence Atau Kekerasan Terhadap Perempuan
Segala bentuk kekerasan yang akibatnya berupa kerusakan atau penderitaan fisik, seksual, psikologis pada perempuan termasuk ancaman-ancaman dari perbuatan semacam itu, seprti paksaan atau perampasan yang semena-mena atas kemerdekaan, baik yang terjadi di tempat umum atau di dalam kehidupan pribadi seseorang.

salah satu jenis kelamin atau sebuah institusi keluarga, masyarakat atau negara terhadap jenis kelamin lainnya.
Peran gender telah membedakan karakter perempuan dan laki-laki. Perempuan dianggap feminism dan laki-laki maskulin. Karakter ini kemudian mewujud dalam ciri-ciri psikologis,

seperti laki-laki dianggap gagah, kuat, berani dan sebagainya. Sebaliknya perempuan dianggap lembut, lemah, penurut dan sebagainya.
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan pembedaan itu. Namun ternyata pembedaan karakter tersebut melahirkan tindakan kekerasan. Dengan anggapan bahwa perempuan itu lemah, itu diartikan sebagai alasan untuk diperlakukan semena-mena, berupa tindakan kekerasan.
Kekerasan dalam rumah tangga meliputi:
1. Kekerasan fisik                    3. Kekerasan ekonomi
2. Kekerasan psikologis                       4. Kekerasan seksual

UU No 23 tahun 2004 tentang perlindungan terhadap KDRT

Korban Dan Pelaku Kdrt
• Korban: - istri 75 %               • Pelaku _laki-laki :
- anak-anak 23,1 %     - anak laki-laki
- ayah                          - mertua
- paman                                   - majikan, dl
                                                - suami                        
Double Burden atau Beban Ganda
Beban ganda (double burden) artinya beban pekerjaan yang diterima salah satu jenis kelamin lebih banyak dibandingkan jenis kelamin lainnya.

Peran reproduksi perempuan seringkali dianggap peran yang statis dan permanen. Walaupun sudah ada peningkatan jumlah perempuan yang bekerja diwilayah public, namun tidak diiring dengan berkurangnya beban mereka di wilayah domestic. Upaya maksimal yang dilakukan mereka adalah mensubstitusikan pekerjaan tersebut kepada perempuan lain, seperti pembantu rumah tangga atau anggota keluarga perempuan lainnya. Namun demikian, tanggung jawabnya masih tetap berada di pundak perempuan. Akibatnya mereka mengalami beban yang berlipat ganda.

• Pembagian tugas dan tanggung jawab yang selalu memberatkan perempuan
• Jumlah jam kerja wanita untuk keg reproduksi dan produksi >> laki-laki

CONTOH KASUS:
1 Dari 5 ABG Putri Alami Kekerasan Seksual Saat Pacaran
Jakarta - Kekerasan seksual di kalangan remaja atau ABG sangat memprihatinkan. 1 Dari 5 remaja putri mengalami kekerasan seksual saat berpacaran atau dating violence.

"Harus diwaspadai adanya kekerasan di masa pacaran atau dating violence. Satu dari 5 remaja putri di Indonesia pernah mengalami kekerasan dalam masa berpacaran.

Dating violence banyak terjadi karena remaja yang kecanduan pornografi. Kecanduan itu, menyebabkan pemaksaan pada remaja perempuan agar mau berhubungan intim. "Pelaku akan melakukan pemaksaan dan pelecehan secara verbal atau pun fisik dengan memperlihatkan gambar porno," Berdasarkan toptenreveiw.com Indonesia masuk nomor 7 dari 10 peringkat dunia negara pengakses pornografi. Dari survey itu, di tahun 2006 berkembang 100 ribu situs bermaterikan pornogrofi anak yakni usia 18 tahun ke bawah.

Data itu menyebutkan 89 persen chating anak muda berkonotasi seksual. Rata-rata pengaksesnya berusia 11 tahun.
Sedangkan 80 persennya berusia 15-75 tahun telah biasa mengakses pornografi hardcore atau adegan hubungan intim yang memperlihatkan alat vital. "Yang lebih parah lagi data tersebut menyebutkan 90 persen akses pornografi dilakukan saat belajar dan melakukan tugas bersama,"

Mahasiswi cabuli bocah smp, kasus unik dan Mengherankan
• Jakarta - Selama ini yang selalu menjadi korban pencabulan atau kekerasan seksual adalah perempuan. Karena itu, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Seto Mulyadi mengaku agak heran dan menganggap unik kasus mahasiswi FM (19) di Bandung yang mencabuli JS (13) sehingga membuat dirinya hamil.

"Ini unik. Ini kasus baru bagi kita,"
FM, mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta di Bandung, mencabuli JS sejak tahun 2003. Saat itu, usia FM 19 tahun dan JS 13 tahun. Selama berkali-kali FM mencabuli JS sampai berhubungan badan. Akhirnya, FM pun hamil. Desember 2005 lalu, FM melahirkan anaknya dan dia menyatakan ayah anaknya adalah JS.

Keluarga JS tidak terima dengan kasus ini dan menuding FM melakukan tindakan pencabulan. Kasus ini akhirnya dilaporkan ke polisi. Dalam waktu dekat, kasus ini akan disidangkan.

Perlakuan yang tidak adil Seorang ibu di india dengan Dua anak kembarnya.
Anak laki-laki disusui oleh ibunya (diberi ASI), sedangkan anak berjenis kelamin perempuan diberi susu botol.

Mengapa demikian?
KITAB WULANGREH
Ajaran khusus untuk perempuan dalam Serat Centhini Rancangkapti (Kias Lima Jari Tangan)
• Jempol (ibu jari) berarti “Pol ing tyas”, sebagai istri harus berserah diri sepenuhnya kepada suami
• Penuduh (telunjuk), berarti jangan sekali-kali berani mematahkan “tudung kakung”
• Panunggul (jari tengah), berarti selalu “meluhurkan” (mengunggulkan) suami dan menjaga martabat
  suami
• Jari manis, berarti tetap manis mukanya dalam malayani suami dan bila suami menghendaki sesuatu
• Jejentik (kelingking), berarti istri harus selalu “athakithikan” (terampil dan banyak akal) dalam  
  semua pekerjaan melayani suami

Defisit Perempuan Di India
• Ungkapan bahwa anak laki-laki dan perempuan sama saja, benar-benar tidak berlaku bagi masyarakat India. Bahkan akibat tradisi memilih anak laki-laki, sekitar 10 juta janin perempuan diperkirakan telah digugurkan di negeri Sungai Gangga itu selama dua dekade terakhir.

Demikian menurut sebuah studi yang diterbitkan oleh The Lancet, jurnal medis yang berbasis di London, Inggris seperti diberitakan AFP, Senin (9/1/2006).

Teks Lagu Tentang Gender:
SABDA ALAM

Diciptakan alam pria dan wanita
Dua makhluk dalam asuhan dewata
Ditakdirkan bahwa pria berkuasa
Adapun wanita lemah. Lembut dan manja
Wanita dijajah pria sejak dulu
Dijadikan perhiasan sangkar madu
Namun ada kala pria tak berdaya
Tekuk lutut di sudut kerling wanita
HATI YANG LUKA
Berulang kali aku mencoba selalu untuk mengalah
Demi keutuhan kita berdua walau kadang sakit
Lihatlah tanda merah di pipi bekas tapak tanganmu
Sering kau lakukan bila kau marah menutupi salahmu
Samakah aku, bagai burung disangkar yang dijual orang
Hingga sesukamu kau lakukan itu, kau sakiti hatiku
Dulu segenggam emas kau pinang aku
Dulu bersumpah janji di depan saksi
Tapi semua hilanglah sudah ditelan duka
Tapi semua hilanglah sudah hati yang luka
Kalaulah memang kita berpisah, itu bukan suratan
Mungkin itu lebih baik, agar kau puas mengikuti salahmu
Pulang saja aku pada ibuku atau ayahku

PENINGGALAN ZAMAN PURBA


Manusia Purba Museum adalah museum prasejarah kecil dengan koleksi signifikan artefak prasejarah dan tulang manusia prasejarah's. Museum unik ini terletak di ujung barat Bali, di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana. Koleksi museum ini rumah tulang prasejarah dan artefak yang ditemukan oleh RP Soejoeno Bali Arkeologi Layanan selama penggalian besar pada tahun 1962, di desa Cekik, di mana museum akhirnya berada.
situs Cekik adalah salah satu necropolises terbesar ditemukan di Indonesia. Dalam situs ini, para arkeolog menemukan berbagai artefak seperti perhiasan, peralatan perunggu, manik-manik kaca, gerabah dan sarkofagus, 100 lengkap prasejarah kerangka manusia dewasa juga ditemukan di sebuah kuburan kuno di daerah ini penggalian.
Artefak dan tulang-tulang yang ditemukan di lokasi penggalian Cekik yang dipamerkan dalam museum ini dalam tampilan sederhana. Balerina prima dari museum ini adalah dua sarcophaguses yang membentuk satu set jar penguburan ganda, itu adalah sistem pemakaman yang unik di mana tabung kedua berisi kerangka dalam posisi manusia yang tangannya diikat di belakang, yang menyatakan bahwa orang ini malang itu dikubur hidup-hidup bertentangan dengan keinginannya untuk menemani orang meninggal dalam sarkofagus pertama.
Manusia Purba Museum of Gilimanuk rumah koleksi lengkap peradaban awal di pulau ini yang memberikan informasi yang berguna pada kehidupan dan budaya penduduk kuno dari surga terakhir; koleksi megah dan penting bagi sebuah museum kecil dan sederhana yang sering diketahui oleh orang Bali dan para pengunjung. Ini patut dikunjungi tapi tidak tahu itu ada.

FOSIL MANUSIA PURBA
Secara umum penemuan fosil manusia dari jaman ke zaman terbagi atas tiga kelompok, yaitu manusia kera, manusia purba dan manusia modern.
Yang perlu diingat adalah bahwa teori ini hanya dugaan dan tidak terbukti kebenarannya karena teori evolusi telah runtuh. Fosil manusia lama yang ditemukan bisa saja bukan fosil manusia atau manusia yang memiliki bentuk ciri tubuh yang unik, atau bahkan hasil rekayasa.


KOMPUTER JAMAN PURBA

Pada 1901, para penyelam Yunani di perairan pulau Antikythera (dibaca: Andikithira, juga dikenal dengan nama: Cerigotto, Sijiljo atau Stus) menemukan sebuah benda peninggalan dari sebuah puing-puing di dasar laut dengan bentuk seperti sebuah jam beker yang berusia paling tidak 2.000 tahun lalu. Penelitian lebih mendalam kemudian oleh Derek J. De Solla Price, menunjukkan bahwa mekanisme benda ini adalah seperti yang kini digunakan sebagai komputer (mesin hitung) untuk mengukur pergerakan bintang-bintang dan planet-planet.
Dalam Scientific American, De Solla juga mengingatkan kembali tentang penemuan sebuah alat hitung kalender beroda gigi dari kebudayaan Islam abad ke-13 yang tersimpan di Museum Sejarah Iptek, Oxford. Konsep kerjanya seperti yang telah ditulis oleh ahli astronomi, Al Biruni pada 1.000 M. Peralatan yang dibuat oleh peradaban Islam itu lebih sederhana daripada mekanisme Antikythera namun memperlihatkan banyak kesamaan pokok detil teknis yang digunakan diantara keduanya. Dari ini tampaknya peradaban Antikythera seolah-olah telah lenyap dari kita namun muncul dan dipahami oleh orang-orang Arab (Islam). Hingga lalu masuk ke peradaban Eropa pada abad pertengahan menjadi dasar teknologi jam modern?. Mekanis Antikythera ini kini disimpan di Museum Arkeologi Nasional, Athena (Yunani).(Discovery channel)




GOA ALAM YANG MERUPAKAN PENINGGALAN ZAMAN PURBA
Terdapat goa alam yang merupakan peninggalan zaman purba, sumber air panas yang mengandung belerang tanpa kadar garam di Pulau Misowaar, goa dalam air dengan kedalaman 100 feet di Tanjung Mangguar. Sejumlah peninggalan dari abad 18 masih bisa dijumpai pada beberapa tempat seperti di Wendesi, Wasior, dan Yomber. Umat Kristiani banyak yang berkunjung ke gereja di desa Yende (Pulau Roon), hanya untuk melihat kitab suci terbitan tahun 1898.
Konon katanya, pada awal revolusi industri di daratan Eropa, pada pertengahan abad 18 , orang Eropa terutama Belanda semakin giat mengadakan penyelidikan tentang pertambangan mineral di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan yang sangat tinggi. Dari hasil penyelidikan, maka banyak ditemukan benda-benda penting seperti batuan, mineral dan bahkan fosil tua yang bisa mengungkap peradaban manusia di Indonesia pada masa dulu. Sehingga dibangunlah sebuah gedung pada tahun 1928 untuk menyimpan hasil penelitian tersebut.

Disinilah rupanya tersimpan hasil penemuan para arkeolog menympan temuan berharganya seperti jejak evolusi mamalia yang hidup pada jamam Tersier, Kuarter hingga sekarang terekam dengan baik di Museum Geologi. Terkagum-kagum kami ketika melihat begitu banyak fosil binatang puba disini. Gajah Raksasa dengan gading yang begitu besar dan panjang, Kerbau Purba yang memiliki tanduk lebih besar daripada yang dimiliki kerbau sekarang yang pernah kita lihat. Bahkan benak kami dibawa ke masa silam ketika melihat koleksi tengkorak manusia purba yang ditemukan di Indonesia yang diberinama Homo Erectus itu. Masih banyak lagi temuan-temuan fosil dari desa Trinil dan Mojokerto Jawa Timur.

 ZAMAN BATU
Zaman Batu terjadi sebelum logam dikenal dan alat-alat kebudayaan terutama dibuat dari batu di samping kayu dan tulang. Zaman batu ini dapat dibagi lagi atas:
a.            Zaman batu tua (Paleolitikum)
Zaman batu tua (palaeolitikum), Disebut demikian sebab alat-alat batu buatan manusia masih dikerjakan secara kasar, tidak diasah atau dipolis. Apabila dilihat dari sudut mata pencariannya periode ini disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat sederhana. Pendukung kebudayaan ini adalah Homo Erectus yang terdiri.
b.            Zaman batu tengah (mesolitikum)
Pada Zaman batu tengah (mesolitikum),alat-alat batu zaman ini sebagian sudah dihaluskan terutama bagian yang dipergunakan. Tembikar juga sudah dikenal. Periode ini juga disebut masaber buru dan meramu makanan tingkat lanjut. Pendukung kebudayaan ini adalah homo sapiens (manusia sekarang), yaitu ras Austromelanosoide (mayoritas) dan Mongoloide (minoritas).
c.            Zaman batu baru (Neolitikum)
Alat-alat batu buatan manusia Zaman batu baru (Neolithicum)sudah diasah atau dipolis sehingga halus dan indah. Di samping tembikar tenun dan batik juga sudah dikenal. Periode ini disebut masa bercocok tanam. Pendukung kebudayaan ini adalah homo sapiens dengan ras Mongoloide (mayoritas) dan ras Austromelanosoide (minoritas).
 ZAMAN LOGAM
Pada zaman Logam orang sudah dapat membuat alat-alat dari logam di samping alat-alat dari batu. Orang sudah mengenal teknik melebur logam, mencetaknya menjadi alat-alat yang diinginkannya. Teknik pembuatan alat logam ada dua macam, yaitu dengan cetakan batu yang disebut bivalve dan dengan cetakan tanah liat dan lilin yang disebut acire perdue. Periode ini juga disebut masa perundagian karena dalam masyarakat timbul golongan undagi yang terampil melakukan pekerjaan tangan. Zaman logam ini dibagi atas:
a.            Zaman tembaga
Orang menggunakan tembaga sebagai alat kebudayaan. Alat kebudayaan ini hanya dikenal di beberapa bagian dunia saja. Di AsiaTenggara (termasuk Indonesia) tidak dikenal istilah zaman tembaga.
b.            Zaman perunggu
Pada zaman ini orang sudah dapat mencampur tembaga dengan timah dengan perbandingan 3 : 10 sehingga diperoleh logam yang lebih keras.
c.            Zaman besi
Pada zaman ini orang sudah dapat melebur besi dari bijinya untuk dituang menjadi alat-alat yang diperlukan. Teknik peleburan besi lebih sulit dari teknik peleburan tembaga maupun perunggu sebab melebur besi membutuhkan panas yang sangat tinggi, yaitu ±3500 °C.
Zaman logam di Indonesia didominasi oleh alat-alat dari perunggu sehingga zaman logam juga disebut zaman perunggu. Alat-alat besi yang ditemukan pada zaman logam jumlahnya sedikit dan bentuknya seperti alat-alat perunggu, sebab kebanyakan alat-alat besi, ditemukan padazaman sejarah.
Antara zaman neolithicum dan zaman logam telah berkembang kebudayaan megalithicum, yaitu kebudayaan yang menggunakan media batu-batu besar sebagai alatnya, bahkan puncak kebudayaan megalithicum justru pada zaman logam.
 Berdasarkan porses geologi terbentuknya pulau Papua yang baru terbentuk sekitar 60 juta tahun yang lalu, maka sudah tentu bahwa belum adanya homo sapiens (Manusia) yang menempati pulau Papua zaman Pleotosen karena proses terbentuknya pulauPapua bersamaan pada zaman Neozoikum. Sedangkan pada Zaman Pleitosen (zaman manusia purba), Papua masih belum diduduki oleh manusia purba sehingga tidak ditemukan fosil manusia purba seperti penemuan fosil manusia purba di Mojokerto dan Solo dipulau Jawa.
Pithecanthropus Erectus (phitecos = kera, Antropus Manusia, Erectus = berjalan tegak) ditemukan di daerah Trinil, pinggir Bengawan Solo, dekat Ngawi,tahun 1891. Penemuan ini sangat menggemparkan dunia ilmu pengetahuan.[2]
  • Pithecanthropus Majokertensis, ditemukan di daerah Mojokerto.
  • Pithecanthropus Soloensis, ditemukan di daerah Solo.
osil Tengkorak Manusia Jawa (Pithecanthropus Erectus) yang ditemukan di Solo
Peninggalan arkeolog yang ditemukandi tepi danau sentani – Jayapura berupa Kapak Batu yang berbentuk lonjong merupakan bukti sejarah bahwa orang Papua hanya berada pada zaman Batu Muda (Neolitikum).
Kapak Batu pada Zaman Neolitikum yang ditemukan di Danau Sentani

Sedangkan zaman purba di Jawa mulai berada pada zaman Batu Tua (Paleolitikum). Perbedaan signifikan ini sangat jelas sehingga dapat dibedakan zaman Prasejarah di Papua dan Indonesia serta dapat ditarik kesimpulan mengenai klaim Majapahit yang tidak memiliki bukti sejarah berupa Candi di Papua.
Kapak Batu pada Zaman Paleolitikum  yang ditemukan di Jawa